Langsung ke konten utama

Prosesi Adat Mangkatnya DR Sutan Raja DL Sitorus awal Bangkitnya Industri Kepariwisataan SUMUT bermula di Parsambilan

Siapa yang tidak kenal Raja DL Sitorus. Dialah putra Batak Parsambilan telah mencapai kesuksesan dengan berbagai aral melintang dan kerikil tajam yang dihadapi dipicu pahit getirnya kehidupan dimasa kecil dapat menciptakan lapangan kerja.

 Kesuksesan yang diraih berdasarkan "otodidak" pengalaman kerasnya persaingan bisnis baik kasar maupun akademis. Tekat dan ketekunan serta doa yang tidak putus dan pengorbanannya menyediakan lapangan kerja kata kunci kesuksesannya. Sebagai anak simata wayang yang loyal kepada ibundanya tercinta ada motto klasik Batak tetap tertanam dalam dirinya "miakna do panggorenganna". Motto inilah pilosofi dan dipraktekkan dalam setiap segmen jenis kegiatan usahannya dari bidang pendidikan, rumah sakit, property, bank sampai industri kelapa sawit. Dunia usaha dan pelaku usaha mengakui kesukses semua bisnis bisnis Raja DL yang membukukan profit. Pola  pembiayaan bisnis Raja DL adalah bertitik tolak istilah klasik "miakna do panggorenganna" Artinya dalam menjalankan bisnisnya secara integrated saling menopang tidak perlu pinjaman bank eksternal karena BPR siap mendanai bisnis secara terpadu. 

Pola yang dijalankan Raja DL ini Terbukti pada pada krisis Moneter Tahun 1997 1998 semua corporasi milik Raja DL tidak ikut ambruk malah menusi keuntungan hasil ekspor CPO dalam kurs dollar yang melambung. Atas prestasi  Raja DL ini mampu memanfaat dan memberdayakan sumber daya dan dana secara baik serta menyediakan lapangan kerja, maka dunia internasional mengakuinya melalui Pittsburg State University memberikan penghargaan Doctor Honoris Causa "doktor kehormatan bidang Manajemen bisnis" pada 10 Des 1999. Inilah penghargaan yang bergengsi kalau beliau hanya pendidikan SMU mampu berbuat setara  formal mengikuti pendidikan akademis. Disisi lain dari perjalanan hidup Raja DL selama menjalan bisnisnya adalah Raja DL sangat cinta Budaya Batak budaya leluhur kita. Raja DL memegang teguh perumpamaan Melayu "Dimana Tanah Dipijak disitu Langit Dijunjung. Lain lubuk lain ikannya. Lain daerah lain adat istiadatnya. Itulah sebabnya dalam setiap ekspansi khususnya pembukaan kebun sawit senantiasa dari hati kehati bersosialisasi dengan masyarakat kepala adat setempat. 

Tugas mulia itu berhasil dijalankan, maka 5 Juli 1999 Raja DL ditabalkan menjadi SUTAN oleh Masyarakat Tambusai Timur, Kampar, Riau. Lengkaplah penghargaan kepada Raja DL yang diikuti penghargaan oleh Asean Best Executive Award 1999 oleh ADB. Itulah karya nyata  Raja DL  kepada bangsa, rakyat Sumut dan halak Batak yang tidak dapat dipungkiri. Raja DL telah mangkat 3 Agustus 2017. Semua merasa kehilangan dan menangis. Tetapi Raja DL pergi dengan tersenyum. Senyum kemenangan karena meninggalkan warisan kerja keras dan ulet serta berbisnis yang sehat dan mandiri. Dia juga pergi dengan senyum karena meninggalkan warisan Budaya Batak yang dipertahan dan berkelanjutan ke anak cucu. Itu terbukti Raja DL sudah mempersiapkan kapan dia di jemput Tuhannya tidak merepotkan yang ditinggal. Raja DL sangat peduli kelestarian budaya Batak khususnya Toba kedepan terutama bagi generasi muda. Disinilah Visi Raja DL sudah terbesit dipikirannya. Budaya batak harus dilakonkan dan diperkenalkan dan laku dijual kedunia melalui paket kepariwisataan. Melalui prosesi budaya batak kemangkatan Raja DL inilah putra putri dan pejabat serta raja Adat Batak mulai bergerak cepat bahwa "potensi" pengembangan pariwisata dikemas melalui event event tertentu. Termasuk sejak martonggo Raja Sabtu 5 Agust 2017 sd prosesi Adat dihantarkannya Raja DL ke bumi ibu pertiwi di Talak Batu harus menjadi Catatan dan Flim dokumenter Budaya tidak boleh terlupakan. Harus kita ingat Sumut termasuk salah satu dari 10 ungggulan destinasi wisata. 

Artinya prosesi Adat dari Raja DL saat martonggo Raja Sabtu 5 Agustus 2017 sd prosesi Adat menghantarnya ke bumi pertiwi Jumat 11 Agustus 2017 adalah nilai nilai budaya yang harus terdokumentasi dengan. Dengan demikian paket wisata ke Sumut harus dikemas menjadi agenda tahunan. Badan Otorita Pengembangan Danau Toba melalui aparat seharus menemukannya di seantero Tapanuli atau ke 6 etnis batak pada saat adanya acara para raja setingkat. Kita berharap dari Parsambilan diberitahukan ke seluruh etnis Batak bahwa sudah saatnya Budaya Batak Go Internasional. Kekayaan Budaya Batak yang diarsipkan formal dengan buku kuno dan penelitian ilmiah tersusun rapi di Persputakaan Batak. Harus segera kita patenkan seluruh dan jenis budaya dan seni melalui lembaga formal. Jangan kita baru kebakaran Jenggot disiang hari setelah negara "antaberantah" mempatenkan salah satu seni dan adat batak adalah budaya leluhurnya. Jangan kita berdiam diri terutama pemangku kepentingan halak kita dan yang mengaku Raja Adat. Jangan terlena tenggalam dalam penghormatan sesaat memimpin prosesi adat orang ternama. Tetapi lihatlah wariskan kepada generasi muda agar Perjalanan Hidup Raja DL pemicu dan memotivasi berkarya bagi suku Batak, bangsa dan orang banyak. Sekali lagi dokumentasi Prosesi Adat Mangkat Raja DL dan Prosesi Adat Raja DL kembali ke ibu pertiwi adalah peristiwa penting milik bangsa dan masyarakat Batak. Patah Tumbuh Hilang Berganti.

 Pasti saat ini dan kedepan muncul entreperneur mudan berintegritas serta Raja Raja Adat yang mumpuni. Selamat Jalan Raja DL Sitorus. Buah Karyamu Nyata dan Memotivasi Kami Membangun negeri dan bonapasogit karena sudah saat mengembangkan kepariwisataan melalu paket budaya. Semoga. 

Penulis adalah Pomp Raja Matasopiak, Marbulang, Panginsono, Raja Op Puntahal Sitorus, Parsambilan Lbn Dolok

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadikan Indonesia Destinasi Wisata Berbasis Kereta Api

Mengikuti lawatan PT Kereta Api Indonesia (Persero)  ke China  melihat China dalam Perspektif Perkeretapian tanggal 27 s/d 31 Maret 2016, sangat menarik dan menantang  bagi insan perkeretapian mengelelo transportasi massal serba cepat, tepat waktu, bersih dan efisien.  Kereta Api Cepat China (CRH) dan reguler  sangat nyaman didukung dengan sarana dan prasarana yang terpelihara dengan baik.  Budaya antri di setiap stasiun dipatuhi oleh para pelanggan yang semuanya dengan teknologi systim yang serba digital. Kereta Api China termasuk fasilitas-fasilitasnya di semua  stasiun dimanfaatkan dan dipelihara secara optimal  oleh Pemerintah China. Pemerintah China masih berkepentingan dalam menata transportasi massal baik bus termasuk kereta api. Dengan demikian kelancaran dan pengelolaan transportasi kereta api cepat dan reguler berjalan dengan baik, karena Pemerintah China  konsern menjaga kualitas pelayanan.  Termasuk juga menjadi ajan...

Optimalkan Penerimaan Negara & Produk Ikutan Minerba

Di awal Tahun 2014  “Indonesia Dikepung Bencana”  tanah longsor, banjir bandang dan banjir  melanda DKI Jakarta sebagian daerah di Indonesia,  merupakan peringatan  bagi kita agar “care” memelihara dan tidak merusak lingkungan. Siklus lima tahunan dan cuaca ekstrim tidak akan ada dan tidak akan berdampak,  selama kita menjaga keasrian bumi dan bersih. Betapa selama ini  kita tidak pernah   menjaga  kelestarian alam nusantara Indonesia yang permai ini.   Hujan yang tercurah dari langit  tidak dapat kita kendalikan karena hutan lebat dihampir diseantero negeri dibabat habis menjadi gundul dan gersang.  Pemangku kepentingan dan penyelenggara negara  tidak satupun tunjuk tangan mau bertanggungjawab. Kementerian Kehutanan, KLH   tidak  optimal menghijaukan lingkungan dan  eks hutan  yang  sudah berubah menjadi perkebunan  sawit besar yang hanya menguntungkan kaum kapitalis serta sege...