Langsung ke konten utama

Mendorong Kesiapan Pertamina Mengelola Blok Mahakam dan Sumber-Sumber Migas Potensial



Sumber Gambar

Oleh : Jantiar Sitorus
Kerja keras Pertamina melaksanakan transformasi secara berkesinambungan lima tahun terakhir ini  tidaklah sia-sia dan berbuah hasil yang sangat  membanggakan.  Hasilnya adalah  Pertamina dapat menduduki  rangking ke-122 dari 500 perusahaan kelas dunia versi Laporan Majalah Fortune Global edisi Juli 2013, sebagai simbol keberhasilan korporasi yang diakui dunia  fokus pada core bisnis bidang energi.

Tidaklah berlebihan  mimpi Karen Agustian, Direktur Utama Pertamina salah satu dari 12 CEO wanita pilihan Fortune Global 500, akan mengujudkan tahun 2025 Pertamina menjadi “Asian Energy Champion” dan masuk Fortune 100 dengan pendapatan  US$ 200 milyar.  Tekat Pertamina  tidak akan pernah berhenti untuk berharap agar bangsa ini terus memberikan kepercayaannya yang lebih besar untuk meningkatkan kinerja dan pengabdiannya untuk negeri tercinta Indonesia, haruslah didukung oleh anak bangsa dan pemangku kepentingan negeri ini.

Untuk itulah kiprah Pertamina yang sudah lima puluh tahun mengabdi untuk negeri ini dalam  menyediakan kebutuhan energi nasional hingga pelosok desa,  Pertamina  sudah waktunya secara profesional dan  mandiri  dapat mengelola sumber-sumber energi migas yang tersebar di kepulauan dan laut Indonesia.

Baik Blok Migas yang masa kontraknya  yang akan berakhir maupun akan dibukanya zona-zona baru didaerah berpotensi mengandung migas di daratan dan laut Indonesia, sudah selayaknya dapat dikelola Pertamina.

 Setiap kontrak/partnership/mitra kerja yang akan dijalin pemerintah,  Pertamina seyogyanya menjadi shareholder yang dominan, agar kepentingan pemerintah dan masyarakat terakomodasi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Blok Migas Mahakam yang terletak di delta Sungai Mahakam Kalimantan Timur, sudah lebih 40 tahun dikelola oleh Total E & P   masa kontraknya akan berakhir Tahun 2017. Dalam waktu 3 tahun sejak sekarang,   Pertamina sudah harus  siap mengambil alih Blok Mahakam  pada saat berakhirnya kontrak Tahun 2017.

Didukung dengan pengalaman sumberdaya dan  penguasaan teknologi proses produksi   yang dimiliki  Pertamina selama ini, kiranya  pengambilalihan pengelolaan Blok Mahakam  tersebut dapat direalisasikan dengan baik.

Artinya cita-cita mulia Karen Agustiawan dan jajaran manajemen dan karyawan  mengujudkan Pertamina menuju perusahaan “World Class Company”   memimpin bisnis energi se Asia, sejak dari sekarang harus dicicil untuk dijalankan.

Dengan Pertamina masuk deretan 500 perusahaan kelas dunia  pada peringkat 122,  tentunya akan  menjadi motivasi bagi Pertamina siap  bekerja memenuhi kepercayaan stakeholder dan publik,  yang akan dibuktikan dengan performance Pertamina mengelola setiap sumber-sumber migas yang akan ditugaskan Pemerintah.  

Pemerintah tentunya mempunyai bargaining yang kuat dalam melakukan  negosiasi dengan para pihak yang berminat atas pengelolaan Blok Mahakam termasuk  dengan pihak Total E&P.  Dengan demikian optimalisasi peningkatan pendapatan negara dari setiap pengelolaan Blok Migas  dijalankan secara profesional oleh para operator dalam rangka menunjang kemandirian energi dan ketersediaan Migas dalam  memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

Perlu diketahui Total E & P  mengakui  bahwa  Pertamina adalah  satu-satunya perusahaan nasional  yang memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan memproduksi dan mengelola Blok Mahakam, baik secara teknis maupun pendanaan. Total E & P juga siap melakukan kerjasama dan menjadikan Pertamina sebagai operator yang handal dengan opsi-opsi yang sangat menjanjikan termasuk alih teknologi.

Namun demikian, untuk mendorong  Pertamina siap dan mampu  mengelola Blok Mahakam secara profesional, tawaran Total E & P perlu dipertimbangkan secara cermat oleh pemangku kebijakan.  Hal ini mengingat bahwa sudah saatnya Pertamina membuktikan bahwa reward kelas dunia yang diterima adalah cerminan korporasi dan performance  sejajar dengan Perusahaan Kelas Dunia bidang energi dan migas. Untuk itu pemangku kebijakan seogyanya memberikan kesempatan bagi Pertamina mengelola Blok Migas Mahakam maupun sumber-sumber migas yang tersebar di daratan maupun lepas pantai Indonesia.  

Untuk kelancaran  pengambilalihan pengelolaan Blok Migas dari pihak asing,  pemangku kebijakan harus mempersiapkan legalitas  formal dan  ketentuan opersional mengacu UU Migas. Saat ini yang sangat  urgen   dilakukan  adalah Pemerintah dan DPR segera menyelesaikan Revisi Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001. Undang-Undang Migas hasil  Revisi yang dinamis dan fleksibel merupakan dasar setiap kebijakan yang diputuskan secara transparans.

Artinya pada saat Pemerintah  menugaskan Pertamina mengelola Blok Migas yang potensial  ataupun menjalin kerjasama pengelolaan dengan BUMN MIGAS/SWASTA yang berpengalaman, akan terciptalah  kontrak-kontrak  yang mengakomodir  kepentingan yang tidak merugikan  pemerintah  karena  sudah sesuai UU MIGAS Revisi.

Oleh karena itu, Pertamina mulai dari sekarang sudah harus mempersiapkan diri untuk ditunjuk sebagai operator Blok Mahakam. Pertamina tidak harus menunggu sampai tahun 2017 pada saat kontrak berakhir. Sebagai perusahaan kelas dunia yang sudah mendapatkan peringkat ke-122 “Fortune Global 500” yang bergengsi itu, Pertamina harus siap membuktikan menjadi pelopor  operator yang handal  dalam mengelola Blok Sumber Energi Migas  yang ada di Indonesia.

Memperhatikan penjelasan UU Migas Nomor 22 tahun 2001 “minyak dan gas bumi adalah sumber daya alam strategis tak terbarukan yang dikuasai negara dan merupakan komoditas vital memegang peranan penting dalam penyediaan bahan baku industri energi,  pengelolaannya dilakukan seoptimal mungkin dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat”, maka Pertamina sebagai BUMN  yang mempunyai kompetensi keahlian perminyakan yang berpengalaman  yang sudah teruji selama 50 tahun, harus  melaksanakan pengelolaan Sumber Migas secara profesional dan menguntungkan, sebagaimana diamanatkan UU MIGAS.

Oleh karena itu pernyataan Karen Agustiawan,  Pertamina belum akan memasuki Blok Mahakam  pada saat ini karena harus mengeluarkan modal, tidaklah menjadi alasan yang kuat untuk tidak ikut melibatkan diri dalam  rangka kelanjutan pengelolaan blok Mahakam.

Pertamina haruslah berkaca dari pengalaman yang lalu.  Pada kondisi keuangan  perusahaan overlikwid (booming),  Pertamina lupa melakukan  pengembangan investasi membangun fasilitas  kilang minyak modern dalam mengatasi ketergantungan impor  BBM. Saat ini Pertamina menebus ketinggalannya dengan mengembangan investasi membangun fasilitas sarana yang menunjang kelancaran produksi Migas dari Hulu hingga ke Hilir.

Oleh karena itu tawaran Total E & P dalam masa transisi pengelolaan Blok Mahakam selama lima tahun setelah kontrak berakhir pada tahun 2017 Total E&P siap   mengurangi porsi hak partisipasinya pada Blok Mahakam tersebut, perlu dikaji dan diteliti dan dilakukan simulasi  apakah tawaran tersebut menguntungkan. Harus diuji berdasarkan  parameter/standard bisnis migas yang ideal.

Kembali kepada kesiapan Pertamina dalam menjalankan fungsinya sebagai operator  mengelola Blok Migas Strategis,  Pemerintah  tidak akan membiarkan Pertamina sebagai penonton dalam setiap Pengeloaan Blok Migas.

Artinya Pemerintah akan memberikan kesempatan kepada Pertamina  memberdayagunakan Sumber Daya dan SDM  serta  kehandalan yang dimiliki  untuk memproduksi dan  mengelola Blok Migas  Strategis yang ada di Nusantara ini.

Kita percaya  Pertamina, dibawah kendali Karen Agustiawan dengan jajaran manajemen didukung karyawan, Blok Mahakam yang terhampar di delta sungai Mahakam dengan luas 589 kilometer persegi, akan dikelola secara profesional dan menguntungkan bagi negara.

Kita percaya sepenuhnya dengan kesiapan dan  kemampuan  yang dimiliki Pertamina  pengelolaan Blok Migas akan dapat memenuhi kebutuhan gas untuk bahan baku  pupuk kebutuhan petani  dan kebutuhan  industri  sesuai standar mutu.

Untuk itulah, mari kita dorong Pertamina agar siap mengelola Blok Mahakam dan Blok Migas Potensial lainnya  serta melanjutkan pengelolaan  blok migas yang kontraknya  sudah berakhir. Prestasi Pertamina selalu dinanti  dan didambakan bangsa dan negara yang  turut serta mensukseskan  tercapainya ketahanan dan  kemandirian energi sampai ketingkat pelosok desa diseluruh Indonesia.


*) Mantan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perhubungan
Kedeputian Bidang Usaha Jasa Konstruksi SPP
Kementerian BUMN 

Artikel ini telah dimuat di Media Pekerja Media BUMN Edisi Agustus 2013  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosesi Adat Mangkatnya DR Sutan Raja DL Sitorus awal Bangkitnya Industri Kepariwisataan SUMUT bermula di Parsambilan

Siapa yang tidak kenal Raja DL Sitorus. Dialah putra Batak Parsambilan telah mencapai kesuksesan dengan berbagai aral melintang dan kerikil tajam yang dihadapi dipicu pahit getirnya kehidupan dimasa kecil dapat menciptakan lapangan kerja.  Kesuksesan yang diraih berdasarkan "otodidak" pengalaman kerasnya persaingan bisnis baik kasar maupun akademis. Tekat dan ketekunan serta doa yang tidak putus dan pengorbanannya menyediakan lapangan kerja kata kunci kesuksesannya. Sebagai anak simata wayang yang loyal kepada ibundanya tercinta ada motto klasik Batak tetap tertanam dalam dirinya "miakna do panggorenganna". Motto inilah pilosofi dan dipraktekkan dalam setiap segmen jenis kegiatan usahannya dari bidang pendidikan, rumah sakit, property, bank sampai industri kelapa sawit. Dunia usaha dan pelaku usaha mengakui kesukses semua bisnis bisnis Raja DL yang membukukan profit. Pola  pembiayaan bisnis Raja DL adalah bertitik tolak istilah klasik "miakna do panggorenganna...

Menjadikan Indonesia Destinasi Wisata Berbasis Kereta Api

Mengikuti lawatan PT Kereta Api Indonesia (Persero)  ke China  melihat China dalam Perspektif Perkeretapian tanggal 27 s/d 31 Maret 2016, sangat menarik dan menantang  bagi insan perkeretapian mengelelo transportasi massal serba cepat, tepat waktu, bersih dan efisien.  Kereta Api Cepat China (CRH) dan reguler  sangat nyaman didukung dengan sarana dan prasarana yang terpelihara dengan baik.  Budaya antri di setiap stasiun dipatuhi oleh para pelanggan yang semuanya dengan teknologi systim yang serba digital. Kereta Api China termasuk fasilitas-fasilitasnya di semua  stasiun dimanfaatkan dan dipelihara secara optimal  oleh Pemerintah China. Pemerintah China masih berkepentingan dalam menata transportasi massal baik bus termasuk kereta api. Dengan demikian kelancaran dan pengelolaan transportasi kereta api cepat dan reguler berjalan dengan baik, karena Pemerintah China  konsern menjaga kualitas pelayanan.  Termasuk juga menjadi ajan...

Optimalkan Penerimaan Negara & Produk Ikutan Minerba

Di awal Tahun 2014  “Indonesia Dikepung Bencana”  tanah longsor, banjir bandang dan banjir  melanda DKI Jakarta sebagian daerah di Indonesia,  merupakan peringatan  bagi kita agar “care” memelihara dan tidak merusak lingkungan. Siklus lima tahunan dan cuaca ekstrim tidak akan ada dan tidak akan berdampak,  selama kita menjaga keasrian bumi dan bersih. Betapa selama ini  kita tidak pernah   menjaga  kelestarian alam nusantara Indonesia yang permai ini.   Hujan yang tercurah dari langit  tidak dapat kita kendalikan karena hutan lebat dihampir diseantero negeri dibabat habis menjadi gundul dan gersang.  Pemangku kepentingan dan penyelenggara negara  tidak satupun tunjuk tangan mau bertanggungjawab. Kementerian Kehutanan, KLH   tidak  optimal menghijaukan lingkungan dan  eks hutan  yang  sudah berubah menjadi perkebunan  sawit besar yang hanya menguntungkan kaum kapitalis serta sege...